Rabu, 26 Maret 2008

Lagi-lagi ku dipeluk malam

Suhu perutku yang berubah-ubah
dimainkan 2 cangkir kopi panas
langsung ditabrak segelas air dingin
seperti berputar-putar didalam labirin

didepanku ada sekitar 5-7 buku
dan ipodku masih setia menemaniku
indomie panas pun menjadi teman baruku malam ini

ya
besok kembali ke medan
aku kira cukup untuk hari ini latihannya
semoga sukses besok,

Senin, 24 Maret 2008

Aku menunggu sampai bungkuk

Yah, sederhana saja. Aku datang ke universitas parahyangan dengan tujuan daftar ulang. Aku ambil no.antrian. Disitu tertulis no.478. Dan saat itu no. antrian masih menunjukan no.205. 15 menit kemudian aku kaget (dalam hati), jadi aku masih harus menunggu 273 orang lagi. Mungkin dua jam. Saat itu jam masih menunjukan jam 1 siang. Yah, mungkin ini akan selesai jam 3 dan aku bisa pulang.

Aku kenalan dengan orang yang duduk disebelahku. Orangnya biasa, sangat biasa malah. Percakapannya juga biasa. Setelah bercakap-cakap(kira-kira menghabiskan waktu setengah jam-an), aku sadar baru 8 orang berjalan keluar dari antrian. Ya, sekali lagi aku kaget (masih dalam hati). Aku harus menunggu ratusan orang lagi dan akupun sudah jenuh bercakap dengan orang disebelah ku.

Tidak ada percakapan yang menarik. Aku putuskan untuk menunggu sambil menggambari amplop ditanganku. Isinya kartu peserta mahasiswa, bukti fotokopi tanda transfer, dan fotokopi lainnya. Yah, cara ini paling efektif untuk membunuh waktu menurutku. Aku coba menggambari sedikit demi sedikit bagian belakang amplop.

Puluhan orang secara samar-samar, kudengar telah lewat. Aku sudah mulai tidak peduli dengan lingkungan sekitarku. Mahluk-mahluk aneh mendadak muncul dipikiranku dan aku langsung menumpahkannya diatas amplop tadi secara spontan. Orang disebelahku pun mendadak hilang tiba-tiba tanpa kusadari. Setelah bagian belakang amplop habis kugambari dan aku tanya ke orang disebelahku yang tiba-tiba muncul lagi.

Yahh,,,seratus orang lagi. Lumayan. Akupun kembali ke dunia itu. Dan aku mulai bernari kembali bersama penaku. Sekarang kita mengelilingi bagian depan. Aku lihat orang-orang yang sedang sibuk di depanku. Bangunan-bangunannya juga tak luput dari pandanganku. Yah, aku kembali menggambari amplop depanku. Setelah beberapa lama menggambar aku tiba di titik kulminasi. Aku bermain-main dengan penaku cukup lama dan aku sudah tidak mampu untuk menggambar lagi. Mahluk-mahluk itu sudah jauh pergi meninggalkan ku dan mereka jenuh. Sekitar 2 jam lebih kita bermain bersama.

Dan orang disebelahku sudah masuk ke gedung. Ya, akhirnya no.antriannya masuk. Aku pun berdiri setelah 2 jam lebih hanya duduk di tangga (ya dari tadi aku duduk di tangga). Pindah ke tempat lain, oya aku tinggal menunggu 20 orang lagi.

Aku kembali berkenalan dengan orang asing lainnya, yang ini lebih menarik. Setidaknya lebih menyenangakan untuk sekedar menunggu penghabisan. Ya, sebentar lagi antrianku tiba.
Singkat cerita antrianku tiba dan aku masuk ke gedung. Urusan selesai dan memang seperti itu saja. Tidak ada yang aneh atau menarik. Akupun pulang. Aku hanya ingin menulis asal disini. tidak ada maksud tertentu.


--------------------------




sedikit ingin bermuseum ria
ini amplop yang kugambari tadi










Minggu, 23 Maret 2008

Lagi-lagi terbangun

duduk sejenak,
menikmati malam yang tidak terlalu dingin
dibungkus jaket, ditemani segelas kopi
buku matematika masih bercengkrama denganku
alunan musik lewat ipodku
calculator juga masih setia duduk didepanku
penaku pun berkeliling mengelilingi buku tulisku
aku berceloteh bersama teman-teman bisuku
dan tiada satupun tetangga duduk di serambinya
aku makin nyaman

yaaa
besok kita mulai perjalanannya lagi
dan aku pun kehilangan gairah menulis
aku tidak tahu kenapa
aku semakin dibuat-buat
dan semakin jenuh

kata-kataku tidak mengalir seperti dahulu
tidak spontan dan aku bingung


Sabtu, 22 Maret 2008

judulnya tidak jelas

sambil berperang,
aku singgah di kedai kopi
untuk bersantai sejenak

dan aku menghabiskan waktu-waktu yang menyenangkan disana
berputar-putar tanpa tujuan yang jelas
tapi aku menikmatinya

sampai malam hari, (tidak terlalu malam)
malam yang menyenangkan

kuharap aku sudah setengah puncak sekarang

Kamis, 20 Maret 2008

di puncak berdiri gagahnya

kita hingar bingar bersama
dan menari bersama
berdiri gagah di atas puncak
tidak ada elegi disitu
yang ada celoteh-celoteh bahagia yang menggema,
tepuk tangan menderu di kandang
dan massa pun tak tahan
merasa sebagai koloni tersolid

sesekali bulu-kudukku merinding,
aku tahu itu sudah lewat
terimakasih atas rindingan dan pelamunannya
aku tidak lupa memori ini

kuharap kita bisa sukses bersama
dan tertawa kembali ketika bertemu

terimakasih atas semuanya,
termasuk tertawanya
sekali lagi aku tidak lupa

---------------------------------------------------------
kudedikasikan syair ini untuk hari ini yang membuatku terjun ke pelamunan yang bahagia,
dan aku tidak merasa rapuh disini

Selasa, 18 Maret 2008

maafku

makin banyak mahluk yang tak seharusnya
mungkin tak seharusnya lahir
bukan binatang bukan manusia
tapi ragaku terlalu rapuh,
biarkanlah invasi-invasi spiritual yang berbicara
mudah-mudahan malaikat-malaikat gaib senantiasa melindunginya
dari iblis dan sahabat karibnya

Senin, 17 Maret 2008

Setelah badai

Menunggu roda yang rapuh
sampai kuat lagi tak rapuh,
sekarang menunggu hujan
sampai reda, tak lagi hujan
berbagi gagasan dengan seorang musafir lainnya

sekarang rodaku yang rapuh tidak rapuh lagi
namun hujan tetaplah hujan
dimana engkau dewa hujan?
tahukah engkau aku kedinginan menunggumu,
aku menunggumu ketika engkau mematikan genderang mu
ketika engkau menyudahkan air matamu
yang mengalir deras sekarang

tidak peduli,
aku dan kudaku berlari bersama
gelap,
sesekali lingkaran-lingkaran rcahaya itu menyalip dan lewat
alas ku basah
lensa didepanku hampir habis ditutupi air yang mengalir

dan ketika kotor
akupun belum mandi sampai sekarang

dan aku ingat kepadamu yang dipenjarakan giginya (tertawa)
kuharap engkau tersenyum manis disana,

Sentripetal yang teratur

Berputar-putar
tidak persis 360 derajat
tapi melelahkan
terdampar menunggu roda
roda rapuh
depan rapuh belakang ikut rapuh
tak kuat dan mesti beregenerasi
kutunggu sampai selesai
hujan (katanya)
sambil menyebrang meminum air

tiba2,,,perutku mulai accapela

dan tiba2 lagi aku ingat,,,,,....
ingat apa?
buuuzzz

Minggu, 16 Maret 2008

Hingar Bingarnya

Merangkak dengan rapuh disini
terdengar hingar bingar setan yang dilaknat
mungkin aku salah
tapi begitu keras hingar bingarnya
jerit dan tawa yang memuakan
pikiran iblis,
kenapa begini
cuma sekedar melihat setan bertopeng malaikat
berteriak tentang kebaikan (kukira)

berlari-lari lagi ke persembunyian
berlari-lari bagai anjing liar

begitu banyak lesapan disini
berlari dari hawa-hawa setan
sudah dimana aku?

Jumat, 14 Maret 2008

Siram api

Para pagundalan-pegundalan berkeliling,
menghampiri dan berkata yang meanless
mereka yang emosi dan marah seenaknya
kucing lewat didepannya
dicongkel matanya dan dikeluarkan isi perutnya
itu lebih dari sekedar pembunuhan karakter
teriakan-teriakan setan menggema di berbagai frekuensi
dopler pun malas melihatnya
berkata tanpa sandaran

aku juga bukan malaikat dan masih banyak orang sial

Perang-perang mengejar anjing

Telah sampai ke atas puncak (kukira puncaknya)
para serdadu tersenyum puas
perang usai, seadanya
Tiran-tiran pun berhenti menyerang kita
walau masih ada beberapa perjanjian yang belmum diselesaikan
tapi anggaplah selesai

aku masih tertidur, tapi kuanggap bangun
merekapun sama tertidurnya dan mari kita anggap bangun
kita berada pada peniduran yang sangat panjang
sampai tiba saatnya kita terbangun setengah terkejut

ini simulasi
bukan realita

sekalilagi jatuh pada lobang yang sama
tabel-tabel itu terlihat mengerikan
berisi data-data yang akut

jangan salahkan setan
apalagi tukang nasigoreng yang lewat

kita bangun
jangan matikan alarmnya!
biarkan dia berteriak sesukanya
mungkin masih pagi
tapi apa salahnya bangun pagi

dan ketika matahari bangkit menyinari bumi,
aku berharap tersenyum untuk jangka waktu yang panjang

Kamis, 13 Maret 2008

Malam yang terang

Sampai pada fase awal tiap harinya
dingin tapi tak gelap
tak terasa, hampir sampai pada penutupan

DAAAAMMMMM!!!!!!
Kubuka mata sebelum kulepas kacamata
ini uji coba
tolol!

Selasa, 11 Maret 2008

Dinamika Kehidupan-artikel

Dulu, sering timbul pertanyaan-pertanyaan subjektif di benak saya. Kenapa ada orang yang lebih suka berjalan-jalan di mal ketimbang duduk membaca di rumah, kenapa ada orang yang lebih suka mendengarkan keroncong ketimbang musik klasik, Kenapa ada orang yang lebih menyukai Kerispatih ketimbang Kangen Band (haha, so what!?), kenapa ada orang yang lebih mengidolakan allesandro nesta ketimbang Steven Gerrard (udah dik,hehe), Kenapa tidak semua orang suka Arctic monkey, Kenapa ada orang yang menyukai 3 Diva, Kenapa Nenek saya tidak suka lagu Radiohead, Kenapa Kakek saya hanya menyukai musik keroncong, Kenapa Mama saya bilang Led Zeppelin itu Buruk, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan subjektif saya lainnya.
Terkesan Egois, memang. Dulu saya sering berpikir seperti itu dan melamunkan jawabannya. Sampai sekarang saya masih suka berpikir seperti itu. Jawabnya, ya itulah dinamika kehidupan, istilah itu saya pinjam dari ibu teman saya (thanx lang!haha). Dalam konteks ini, Dinamika itu sangat luas. Orang berbeda-beda itu wajar. Dan indah tentunya. Hal-hal tadi bisa dihubungkan ke beberapa faktor. Masalah seperti itu sering dihubungkan dengan selera. Disini murni tidak ada yang salah. Orang punya pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam hal ini. Dan tidak ada seorang pun yang berhak menyalahi pertimbangan masing-masing orang. Tapi, Orang berhak bertukar pendapat dengan tujuan ingin mempengaruhi atau apa.
Kenyataanya, Sangat sulit untuk mempengaruhi kesukaan masing-masing orang. Kakek saya hanya punya satu selera musik (walaupun kakek saya sendiri tidak mengaku statement itu), Saya belum pernah melihat kakek mendengar musik selain Keroncong, kecuali ikut mendengarkan. Suatu hari saya pernah mencoba menyetel Radiohead ketika kita sedang duduk bersama-sama di Ruang tamu. Waktu itu saya putar the Gloaming dan pada saat itu ekspresi kakek saya berubah seperti orang yang tidak buang air besar selama seminggu dan berkata "Apa jehh lagunya, kaya orang mau mati saja. Ganti ganti!!!!". Dan pada saat itu juga, saya pindah lagunya ke no suprise. Spontan kakek saya berkata "Nah, ini rada enakan!".
Problema seperti itu, saya pikir sudah ada yang mengatur. Dan kalau dipikir beberapa kali, Dinamika kehidupan itu memang indah. Pasti akan terlihat aneh membayangkan Nenek saya bergoyang dengan gembira ketika mendengar I bet you look good on the dance floor nya ARTIC MONKEY sambil berteriak I LOVE YOU ALEX TURNER!. Atau ketika semua potongan rambut anak-anak ABG mengikuti potongan ala Alex Turner.
Jadi dalam hal ini memang tidak ada yang salah. Rasakan hal itu sebagai keindahan. Sekarang saya lebih bisa menerima kenapa adik saya ada yang menyukai suara Titi DJ, atau Mama saya tidak menyukai led zeppelin, atau Papa saya yang tidak menyukai THE SIGIT tapi menyukai deep purple,atau kakek saya yang terang-terang menyatakan tidak suka tulisan Soe Hoek Gie, atau OPA saya yang hanya suka musik jazz,atau anak perempuan yang lebih suka lirik-lirik R n B amerika ketimbang lirik Fake Plastic treesnya Radiohead (Sipit2,haha).

Kulewati

pergi-pergi
tak menentu
walau tidak secepat kecepatan cahaya
tapi tidak menentu bagai fluida
pada suatu momen
aku sadar aku telah kelewatan

akhirnya,
hari selasa kulewati tanpa membuka buku kimia
bahkan melihat kovernya

Senin, 10 Maret 2008

Kesederhanaan itu Besar

Pada waktu-waktu tertentu, saya sadar “Sederhana” telah membawa saya pergi ke tempat yang menyenangkan. Tapi di waktu-waktu tertentu yang lain, seringkali saya tidak sadar bahwa “Sederhana” akan membawa saya ke tempat yang menyenangkan. Seringkali ia lebih mirip sosok yang menyebalkan. Dia tekun mengganggu kita ketika kita sedang asik di wilayah nyaman kita.
Ketika saya pada kondisi tertentu, dimanasaya sedang duduk di sofa malas, sambil menonton acara televisi yang saya sendiri tidak tahu maksudnya. Berpindah dari channel satu ke channel yang lain.
Tiba-tiba, muncul pikiran “Habis menonton TV saya ingin belajar” atau “Saya ingin membersihkan kamar” dan masih banyak pikiran manis lainnya. Saya pikir tindakan-tindakan tadi adalah tindakan yang sederhana (itu yang mau saya bahas sekarang). Yang saya pikirkan bukanlah “Habis menonton TV saya ingin menyangkul ke sawah membantu orang tua”.
Tapi yang saya rasakan, begitu susah untuk mengangkat badan dari sofa dan melakukan pekerjaan yang dahulu direncanakan. Kata Newton, Gaya paling besar ketika mengubah benda dari kondisi diam ke kondisi bergerak. Berbeda ketika gaya itu hanya dipergunakan untuk mempertahankan kondisi awal Benda (dari gerak ke gerak). Kasus pertama membutuhkan gaya yang jauh lebih besar ketimbang kasus kedua.
Kasus pertama saya analogikan sebagai kondisi ketika saya masih berada di sofa malas. Sangat sulit untuk sekedar mengangkat badan saya, bahkan hanya untuk sekedar berdiri. Tapi ketika saya sudah berhasil mengangkat badan saya dan mencoba memulai pekerjaan yang saya rencanakan, hal itu jauh lebih mudah ketimbang mengangkat badan saya untuk memulainya.
Saya tidak mau menyalahkan iblis dalam hal ini, saya sebut itu sebagai sifat manusia yang sudah sewajarnya.
Lantas, apa hubungannya pembahasan tadi dengan kata “Sederhana” yang saya jadikan judul dari tulisan ini. Saya akan coba menghubungkannya. Dari pembahasan tadi, kebanyakan tindakan-tindakan tadi termasuk tindakan sederhana. Lain halnya ketika kita dihadapkan kepada tingkatan yang lebih rumit.
Untuk memulai pekerjaan sederhana ini sangat sulit. Apalagi, jika saya harus memulai pekerjaan-pekerjaan itu ketika saya sedang berada di wilayah nyaman/malas saya. Banyak pekerjaan-pekerjaan sederhana yang seringkali saya tunda karena alasan yang setan pun tak mengerti.
Kadang-kadang untuk menggantung handuk usai mandi, Mematikan lampu setelah mandi, menaruh odol dan sikat gigi ditempatnya,mandi tepat waktu mematikan TV atau komputer setelah pemakaian, membenarkan posisi meja ruang tamu, minum air putih sesuai dosis yang dianjurkan, makan teratur, dan masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang seringkali saya tunda.
Tadi, saya berbicara dalam hal yang sangat sederhana. Lebih sulit lagi ketika saya ingin beranjak dari sofa saya dan mengerjakan tugas sekolah untuk besok, sekedar beribadah, olahraga dan lain-lain.
Dan saya katakan sekali lagi, bagian tersulit ketika saya baru akan memulai pekerjaan tadi.
Tapi ketika saya telah melewati fase tadi, banyak perasaan positif yang menghampiri, yang sebelumnya seringkali tidak saya duga. Pada saat itu, semua berjalan mengalir. Saya seperti diajak jalan-jalan oleh “Sederhana” ke tempat-tempat yang menyenangkan. Saya merasa saya bisa lebih menghargai waktu walau hanya dengan merapikan ruang tamu, kamar mandi, membetulkan gantungan baju,dan lain-lain. Bukan mendramatisir, tapi memang begitu adanya.
Jika dalam satu hari tertentu, saya banyak mengisi hari-hari saya dengan tindakan-tindakan sederhana tadi, ketika hendak tidur malam akan terasa lebih nyenyak. Saya merasa lebih bisa mengikat banyak makna untuk hari ini.
Ketika tindakan-tindakan tadi telah menjadi kebiasaan, saya selalu merasa positif. Dan saya bersyukur punya orang tua yang dahulu tidak bosan-bosannya untuk mengajarkan saya kebiasaan-kebiasaan kecil dan sederhana itu. Dulu terasa sangat menyebalkan. Tapi sekarang, saya bisa tahu merasakan sendiri manfaatnya.
Akhir kata, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya percaya hal-hal besar dimulai dari hal-hal yang sederhana.

sit at front porch

When the rain was not come again
I see you in the front porch
without pork, and go to the port
not in the front porch anymore
and i still see you in a beautyfull spotlight

everything is seems unpredictable
and i wish you are in the front porch now
what will gonna change
everythings maybe gonna change
but not you

now, i see you in bookstore
what the hell with bookstore
and we are not know each other
but we show our smile each other
not in the bookstore
but maybe in the other bookstore

Mlam hujan, lagi lagi hujan

(diiringi the Bakery,Arctic monkey)

Hujan lagi,
sendu lagi
kenapa dibahas lagi

mencari cari kertas tertentu
di tumpukan kertas yang tertentu
muak dilihat
penuh bagai pembuangan sampah
yang mana soal?
yang mana sampah?
yang mana formulir?
yang mana harus kulempar?

pasrah untuk besok
alasan yang kontekstual
tanpa arah
menyebar kemana mana

kertas tertentu itu belum ditemukan
ada yang berbisik tidur saja
mungkin itu berada di balik awan hitam
GOBLOK!

kembali berpikir
untuk waktu yang lama
untuk waktu yang tidak ditentukan
dan tidak ada yang minat untuk menentukan

alunan itu habis dan berganti
masih tema yang sama
sendu

fase awal

Sunyi,,,
mataku yang telat fokus
ketukan pensil
kadang teratur
kadang berantakan
lebih sering berantakan
meloncat dari nomer ke nomer lain
mencari dimana dia
setelah ketemu, langsung dijamah
setelah usai, cari dia yang lain
sampai dia-dia habis dijamah
kujangkau setengah puncaknya
mungkin lebih seperempat
dan bisa tersenyum sedikit pada pra puncak
barisan-barisan angka tadi menyenangkan (kadang muak)
tinggal menunggu para dia datang menghampiriku
dan mengucapkan "selamat" atau "dasar tolol"
dan bercampur bersamanya,
membentuk senyawa yang aku sendiri tak tahu

Sabtu, 08 Maret 2008

Hujan sore

Hujan,, Hujan
alunan musik yang melankoli
mau dibawa kemana pelamunan ku ini?
tanya semut-semut yang melintas didepanku
atau tanya dia yang entah dimana sekarang
dem,,,dem,,,dem
suara-suara setengah absurd melewati liang telingaku
dam,,,dam,,,dam
bukan sialan sialan sialan
tapi ketukan-ketukan yang sama absurdnya melewati kawasan yang sama
sringgg,,,sringgg,,sringgg
suara string piano sekali lagi melewati kawasan yang masih sama
pergi entah kemana
berganti suasana
atau konversi suasana
tapi masih melankoli
jauh mendayu-dayu dari yang tadi
air tangis yang diprogram
kata "JANGAN" muak kudengar!

masih hujan dan hujan
bukan di bulan desember
tapi sekarang bulan Maret
Hujan tidak harus turun di bulan desember
tapi biarkan dia turun sesukanya
tak harus ditunggui pelangi yang setia menunggu
aku pun boleh menunggunya
setan pun boleh menunggunya
kita tunggu sampai datang

(di depan komputer, diiringi mp3 bajakandon't go away dari OASIS
menunggu hujan reda untuk persiapan perang)

proyek-proyek personal dahulu kala




entah apa artinya, visual2 ini tiba tiba saja berkunjung ke saluran-saluran otak saya


ada arti2 tertentu yang saya sendiri susah untuk menerjemahkannya

Sekedar berbicara

Jam 11 siang
bangun jam 9 karena tidur jam 2
membolak balik sampul buku, dan memulai sarapan roti
kemana arah ku???
ada yang berkata besok ada perang!
perang-perang sebelumnya selalu dimulai tanpa persiapan
besok harus menang!
masuk-masuk dan masuk lagi
timpa timpa dan timpa lagi
sekali lagi kemana arah ku???

terjadi karena kebijakan menteri pendidikan
ditunggu untuk ditembak di lapangan
dimana semua murid menghujatnya
harus seperti itu?
kata orang tua belajar sajalah dan jangan banyak omong
kita bagai anjing-anjing yang sedang mencari roti
marahpun tidak ada gunanya
ini hidupku, bukan hidupnya mentri pendidikan
tau apa aku soal itu