aku bicara bahasa batin
Angin semilir menggerayangiku malam iini
tiada Bulan purnama seperti di drama tv yang menerangi
hanya ada beberapa lampu jalan yang tidak terlalu terang
sesekali, tubuhku mengigil kedinginan
napasku yang terengah-engah
dan detakan jantungku berlari dengan cepatnya
dan aku masih ingat tentangnya
aku takut akan ketidakpeduliannya
meninggalkan-- seumpama majikan yang meninggalkan anjingnya
...
aku begitu mendayu malam ini
lemah bagai bangsa melayu
ketika aku mengucapkan "sayangku" dalam bahasaku yang imajinatif
aku berharap engkau tersenyum jauh disana
jauh, semakin jauh
semakin sulit dijangkau
dan ketika dekat, aku berkata maaf secara batin
...
aku begitu teracak-acak malam ini
dan engkau masih bertanya-tanya hari ini
bertanya tentang makan malam dan ibadah malam hari
dan mungkin bertanya yang lain
teruslah bertanya,manisku
seperti angin yang yang terus menyetubuhiku malam ini

