Kamis, 29 Mei 2008

aku bicara bahasa batin

Puisi yang sudah lama sekali

Angin semilir menggerayangiku malam iini
tiada Bulan purnama seperti di drama tv yang menerangi
hanya ada beberapa lampu jalan yang tidak terlalu terang
sesekali, tubuhku mengigil kedinginan
napasku yang terengah-engah
dan detakan jantungku berlari dengan cepatnya

dan aku masih ingat tentangnya
aku takut akan ketidakpeduliannya
meninggalkan-- seumpama majikan yang meninggalkan anjingnya

...
aku begitu mendayu malam ini
lemah bagai bangsa melayu

ketika aku mengucapkan "sayangku" dalam bahasaku yang imajinatif
aku berharap engkau tersenyum jauh disana
jauh, semakin jauh
semakin sulit dijangkau
dan ketika dekat, aku berkata maaf secara batin

...
aku begitu teracak-acak malam ini
dan engkau masih bertanya-tanya hari ini
bertanya tentang makan malam dan ibadah malam hari
dan mungkin bertanya yang lain

teruslah bertanya,manisku
seperti angin yang yang terus menyetubuhiku malam ini

puisi lama

ketika UN kimia (dibuat)





Rupanya inilah dunia belajarku
begitu kotor dan dusta
sangat disayangkan eksekusi terakhir harus seperti ini
kita semua memainkan peran setannya
dan ketika berkaca
tampak anak muda yang banyak alasan disana

aku tidak tahu apakah para tiran-tiran pendidikan itu tahu tentang ini
mereka menutup mata dengan bokongnya sendiri (persetan bulldog berdasi)
dan ketika itu
para anak muda berteriak tentang keadilan
dahulu aku tidak setuju
tapi aku sadar
aku harus berpikir realistis dan rasional
aku tidak bisa sendiri
jangan berpikir suci bak malaikat
karena engkau kalah jika melakukannya!

(kita berada dalam kebijakan yang irasional,sudah sepantasnya kalau kita jalani dengan tindakan yang irasional)

Bahkan mereka-mereka di kuil pun berubah karenanya
Aku mengerti kenapa mereka seperti itu dan aku sepenuhnya yakin orang-orang diluar tidak mengerti

kita harus ikut masuk ke lumpur itu untuk mengerti

biarlah, toh seleksi alam berikutnya menanti disana

semoga lekas sembuh,indonesiaku

-sistemu begitu bodoh!
jangan heran kita balas dengan hal yang bodoh juga,
dan aku mengucapkan termakasih atas guru-guruku
mereka begitu takut ketika kita terpeleset oleh kertas-kertas tolol





Rabu, 14 Mei 2008

Lamunan pak tua

Alunan usang itu berkeliling di otakku
berkeliling secara sendu dan mendayu-dayu
benar-benar melankolis
itu lamunan pak tua rupanya

lagi-lagi lengkingan-lengkingan sendu itu!
mungkin dari suling
ritmisnya unik bergerak teratur

sekali lagi
itu lamunan pak tua rupanya

....sebelum aku mati

Sekali ku hidup, sekali ku mati,
Aku dibesarkan di Bumi Pertiwi,
Akan kutinggalkan warisan abadi,
Semasa hidupku sebelum aku mati.
Lambaian tanganku panggilan abadi,
Semasa hidupku sebelum aku mati

renungan itu ramai dan riang
,

Selasa, 13 Mei 2008

dan tiada yang mendengar

Meneguk jusku yang sudah tidak dingin
tidak dingin karena sudah lama disiapkan

menyebalkan rasanya,
meminum jus dimalam hari
apalagi sudah tidak dingin
untuk malam yang dingin ini

dan
sesungguhnya semua itu
atas dasar rasa kemanusiaan

ketika
para manusia-manusia timur tengah itu kelaparan
tidak sepantasnya
jika aku menyia-nyiakan jusku yang sudah tidak dingin itu

dimana aku?
aku sedang bermetafora dan tiada yang mendengar


dan rupanya sudah hari rabu
padahal 10 menit yang lalu masih hari selasa

Senin, 12 Mei 2008

mengerubung dan menghajarnya

kedua bolamat ku bercinta dengan layar digital berhari-hari

ketika itu mataku bergejolak ke segala arah

serasa
candu,secandu heroin untuk pecandu heroin
nikmat,senikmat tipe-tipe manusia kalong menyeduh kopinya dimalam hari
keras,sekeras badak sumatra menyeruduk angsa
cepat,secepat semut mengerubungi bangkai belalang
berperasaaan,seberperasaan banci taman lawang menyapa orang lewat
sembarangan,se-sembarangan Pak polisi membuang ludah

dan pada akhirnya
mataku memerah menyebar ke permukaanya
saluran-saluran darah di kepala mengencang jenuh
perenang perut berenang-renang mencari pialanya
mengaduk-ngaduk isin perutku

lama-lama membuatku mual

kutinggalkan sejenak, tidak tahan sakitnya

setelah itu,
kucoba duduk kembali menikmati layarnya
mataku kembali memerah,
kali ini panas terbakar menyebar
jlaur-jalur otak kembali mengencang setelah sejenak mengendur
angin-angin keluar melewati mulutku

dan tiba-tiba
suhu tubuhku fluktuatif mendadak
leherku panas,

......
akhirnya kutinggalkan meja itu
aku menyerah,,,

----------------------------------------------------------
goblok,,pusing gara-gara kelamaan maen komputer pas liburan
anjirr!!mual lagi...

Jumat, 09 Mei 2008

mereka datang

Seekor monster datang mengobrak-abrik kolam kehidupanku
mungkin bukan seekor, bisa saja lebih?
aku tidak tahu pasti berapa jumlahnya

ya,
mereka membuat arus kolam kehidupanku mengalir deras
menabrak bebatuan-bebatuan kolam
menghasilkan gelombang-gelombang besar

kupikir,
memang begitu seharusnya

aliran di kolam kehidupan tidak harus selalu damai
batu-batu pejaran kehidupan itu memang harus ada

sekali lagi,
engkau bukan orang yang paling menderita
dan mungkin kau perlu itu sebagai hal yang baru


rupanya dari tadi
aku menunggu momen yang hampir pasti tidak akan jadi
yahh,,,
semoga semua baik-baik saja
aku masih bereekspektasi ya tuhan

Kamis, 08 Mei 2008

Penguburan waktu yang lama

Ketika aliran kolam kehidupanku begitu tenang
tanpa ada beban-beban yang mencemari di dalamnya
ikan-ikan berenang bebas disana
menunggu surat dari merpati neraka

ketika itu aku duduk tenang di depan teras
sesekali angin-angin malam menyentuh ragaku
dan kopi itu,
kopi yang tidak terlalu panas menemaniku

ketika itu aku teringat
ingat kelasku,
saat itu,
suasana itu

rupanya itu suasana kelas terakhir bagiku

aku ingat ketika kita tertawa bersama
sampai terpingkal-pingkal

bahkan kadang,
ibu atau bapak guru di kelas kita ikut tertawa
sampai terpingkal-pingkal juga

aku juga ingat
ketika kita melompat-lompat bersama
sampai kegirangan

dan setelah itu kita menundukan raga kita bersama
mengucap syukur pada -Nya
kurasakan,
begitu sucinya kita ketika itu
suci yang tulus,

sekarang aku sadar,
betapa mahalnya "kita" ketika itu

"kita" yang akan menuju penguburannya
penguburan waktu untuk waktu yang lama
semoga menjadi memoria yang indah

...................

Aku kembali terbangun dari pelamunan
, aku kembali kesini
tidak lagi mengingat-ngingat secara mendalam


Minggu, 04 Mei 2008

bukan duduk di rumah colonel sanders

Duduk di salah satu restoran cepat saji
Meja di lantai atas, seingatku
lampunya agak redup disana

dan aku terus memandang korneamu
korneamu yang di halangi sebagian lensa didepannya

sesekali mengejek ukuran matamu yang kecil

mengukur-ukur ukuran jari-jemarinmu

menyuruhmu menghabiskan eskrim yang sudah setengah mencair

dan
pada akhirnya
malam yang dingin itu
untuk jiwaku yang kesepian,

dan ramai tiba-tiba karenanya

Jumat, 02 Mei 2008

Di akhir yang belum menangis

Dahulu aku bertanya "berapa hari lagi?"
Sekarang aku kembali bertanya "Sudah berapa hari(dilewati)?"

Aku lupa waktu itu berjalan agak cepat
dan aku sedikit terlambat melihatnya

sekarang, aku kembali memantaunya
apa saja yang terjadi minggu ini?

ini minggu pesta
setelah Drama absurd kemarin usai

aku seperti lepas dari pelukan setan-setan jalang
dan bebas bermain sampai gila
setelah itu kembali jatuh ke pelukan setan-setan alas
mungkin lepas kembali dan bermain sampai gila kembali
dan jatuh kembali ke pelukan spesies setan-setan yang lain

haha

hahahaha

hahahahahaha

mudah-mudahan mainku itu produktif

dan tidak terasa
(sebentar lagi)
aku akan menaiki anak tangga selanjutnya

bertemu orang-orang yang baru lagi
yang mungkin akan menjadi orang-orang yang berpengaruh dalam hidupku kelak
kuharap ada pasukan-pasukan koloniku dulu menaiki anak tangga yang sama
,,,,

hahhhhhhh
sebentar lagi selesai
masa-masa yang rupanya penting dalam hidupku

sukses untuk kalian, orang-orang sekoloni