Rabu, 30 September 2009

ITB illustration task

in here, i was tried to interpret my visual of my campus in b&w art. i was tried to add some support element like students, the building, nuance, and some like that. enjoy!

Minggu, 27 September 2009

bandung ditinggal penjarah ibu kota

keliling bandung bersama kerabat lama
merasakan kesepiannya kota bandung
yang ditinggal penjarah-penjarah ibu kota
mereka pergi dengan Kuda besi bersimbol B besar
Setelah puas memakan kuliner secara terus menerus
Setelah puas melempar-lempar duit secara acak dari hasil kerja keras tahun ini
Setelah puas melihat-lihat sampai buta

kota ini tetap berkilau lampu dari segala macam sumber
tapi sepi akan kuda besi B besar tadi
menikmati dinginnya malam kota bandung
ditemani minuman hangat berbagai varian
alunan penyanyi folk legendaris yang datang tiba-tiba, walau imitasi
dan alunan seruling rakyat seorang kakek tua yang ditemani bocah dari surga

berbincang-bincang sampai larut malam
mungkin terlalu larut
buta sampai buta hati,

Bandung
bandung yang kosong
mungkin akan lebih proporsional kalau terus seperti ini












Sabtu, 26 September 2009

27 september, akhir2 liburan idul fitri 09

Besok saya sudah harus menjalankan aktivitas kampus seperti biasa.
Liburan berjalan lumayan menyenangkan. Tapi masih banyak goal-goal yang gagal(tertawa).
Awal liburan, begitu banyak perencanaan-perencanaan yang di data, dan akhirnya harus
direduksi sedikit demi sedikit karena berbagai toleransi yang dibuat buat.

Disamping itu, Lebaran berjalan menyenangkan. Walau tidak bersama papa dan mama. Mereka di kalimantan, dan saya sendiri di bandung bersama adik saya yang kedua,faisal. Tapi banyak keluarga yang datang kesini(Bandung). Saya menjalankan lebaran yang menyenangkan bersama sepupu saya, eyang-eyang saya, om dan tante saya. Menggambar bersama, bernyanyi dan sebagainya. Melakukan perjalanan ke bebrapa tempat. berkuliner bersama. ya alhamdulilah liburan berjalan Menyenangkan. saya bersyukur dianugrahi keluarga yang hangat seperti ini.
berikut dokumentasi yang mudah-mudahan masih bisa merepresentasikan tulisan saya.


Sabtu, 19 September 2009

allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar,

allahuakbar allahuakbar allahuakbar...
tidak terasa bulan ramadhan tahun ini sudah di pintu keluar
sederet daftar masih aku lewat rupanya

tidak ada seayatpun yang aku lafalkan di bulan ramadhan
tidak ada satupun malam yang kuhabiskan di masjid
mungkin, tidak ada satupun solatku yang kujalankan dengan khusuk
mungkin, tidak ada satupun doa yang kupanjatkan dengan tulus
dan mungkin masih banyak deret-deret yang lain

terlalu memalukan bila kusebutkan satu-persatu ya Tuhan
disamping deret-deret labil itu,
sesungguhnya aku adalah hambamu yang labil
yang sangat jauh dari kesempurnaan
tetapi aku masih ingin berada di jalan mu ya Tuhan
aku masih ingin diperkenankan di jalan mu ya Tuhan
walaupun dengan bualan-bualan tahunan ini...
bukan maksudku untuk mengumbar bualan setiap tahunnya
dan sekali lagi aku berkata bahwa aku adalah hambamu yang labil, yang jauh dari sempurna

dari semua ocehan ocehanku yang tidak bermotif, kuucapkan terimakasihku padamu Ya Tuhan
sesungguhnya engkau masih berkenan memberi berkah di ujung Bulan yang suci ini
sesungguhnya kesempatan saling memaafkan antar manusia adalah nikmatmu yang indah di akhir Bulan yang indah ini...

allahuakbar allahuakbar allahuakbar
ya Tuhan
ijinkan aku untuk ikut bersuara membesarkan Nama mu
bersama orang-orang yang engkau anggap dijalan mu

aku akan terus memaksa untuk ikut bersuara
memaksa sampai tulus

allahuakbar allahuakbar allahuakbar
sesungguhnya aku masih mencari gaung-gaung asmamu ya Tuhan

semoga hamba masih diberi kesempatan untuk merasakan kembali nikmatmu yang tertunda
di Bulan Ramadan tahun depan

allahuakbar allahuakbar allahuakbar

Anter eyang cuci darah

Untuk pertama kalinya saya mengantar eyang cuci darah sampai ke ruangannya
biasanya saya hanya antar jemput saja, tidak sampai melihat ke proses cuci darahnya
kebetulan sedang liburan, kerjaan lagi minim, jadi Saya sempatkan mengantar eyang.
kasihan juga melihat eyang seperti itu.
Dipasang selang seperti itu. sepertinya melelahkan buat orang seusia beliau.
yahh mudah-mudahan eyang segera terbiasa dengan kondisinya dan diberikan kesehatan selalu.

oh ia, kebetulan saya membawa kamera saat itu.
saya sempatkan foto eyang bersama dokter yang mengurusnya. Jarang-jarang saya mendapat momen memfoto suasana seperti ini.

Kamis, 17 September 2009

Sesi Foto Katalog, Foto tugas tipo teman, dan lain lain

Pergi Keluar Rumah menghindari liburan yang tidak sehat, sambil menenteng kamera saya untuk melatih intuisi saya.
Sebenarnya saya memang ada perlu, saya ingin memfoto teman saya untuk keperluan katalog kaos saya. Untuk kedua kalinya saya pilih Pijar, teman SMA saya. Dengan pertimbangan mukanya yang artistik dan aneh. Sangat anomali untuk model pada umumnya. Hahahahhaa...Dan Foto-foto ekspresi spontannya menghasilkan ekspresi yang jujur dan aneh. Nuhun ah jar, ke deui nyak.haha















































foto dilakukan di lapangan saparua. Sebenarnya diluar rencana melakukan sesi pemotretan disitu. Rencana awal, sesi pemotretan dilakukan di Lapangan Sabuga. Rupanya disitu bukan daerah bebas foto. Harus mengurus idzin administrasi bla bla bla. Jadi tempat dialihkan. Waktu di sabuga, pijar sempat memfoto orang Bule lagi joging sendirian dan satu gambar lapangan. Buat saya ini lumayan menarik. haha..







































Kami melakukan sesi pemotretan bertiga, bersama teman SMA saya satu lagi, Triandi. Kebetulan dia butuh kamera juga untuk tugas pemotretan tipografi jalanan. Jadi kami sekalian hunting foto tipografi jalanan.

Sebelum pulang kami menyempatkan solat di mesjid salman. Di daerah situ saya juga menemui beberapa objek yang menurut saya menarik. Ya disitu memang tempat yang tidak jauh dari kuda-kuda. Jadi saya memfoto beberapa gambar.



Senin, 14 September 2009

Refleksi kesederhanaan Desa Cieter, 14/09/09

Seorang manusia bersama kehidupannya akan merasa lebih rumit ketika mereka berada di tempat yang semakin diatas. Diatas bisa berarti semakin tinggi pencapaian tingkat hidup si manusia itu. Kehidupan yang rumit itu memenuhi secara acak dan padat di dalam Bumi kita yang sedang sedih ini. Manusia disitu selalu sibuk dengan masing-masing tuntutannya. Selalu haus akan keinginan kapitalisnya. "Jabatan ohh jabatan...Duit banyak ohh duit banyak.....Mobil Mewah ohh mobil mewah...rumah mewah ohh rumah mewah". Lagu-lagu satanic seperti itu senantiasa dikumandangkan di dalam relug-relung kehidupanya yang selalu sesak akan keluhan. Diantara tumpukan-tumpukan kehidupan yang rumit itu, rupanya masih ada aksen kehidupan yang tuulus dan ikhlas. Pada umumnya orang-orang yyang rumit tadi tidak mengetahui keberadan kehidupan yang satu ini. Dimana ketulusan dan keikhlasan selalu mengiringi kehidupan yang sederhana ini. Komposisi selalu menghasilkan kebahagiaan di dalam para penduduknya. Hidup sederhana, tidak ada tuntutan yang berlebihan. Makannya nasi tahu tempe melulu, Kerjanya ke sawah melulu, nontonya tivi lokal melulu, hiburannya hiburan tradisional melulu. Tapi mereka senang dan tulus akan hidupnya. Mereka juga hidup di lingkungan yang bersih dan tulus. Udaranya masih segar, tidak seperti dunia yang rumit itu. Sudah penuh akan asap-asap yang keluar dari cerobong-cerobong setan. Anak-anaknya bebas bermain, tidak perlu takut akan orang jahat yang berkeliaran dimana mana. Seperti di dunia yang rumit itu. Anak-anaknya juga tidak punya mainan kekinian seperti anak-anak dari masyarakat yang rumit itu. Tapi mereka selalu tersenyum lebar di arena bermain mereka yang sederhana. Yaa itu lah mereka, Mereka adalah simbol dari kalimat " kebahagiaan di dalam kesederhanaan". Anak-anak, Orang muda, orang tua, laki-laki, perempuan, dan ssemuanya. Semuanya selalu bahagia di dunianya. Dan saya ingin belajar dari mereka. mereka yang senantiasa mencintai hidupnya tanpa pamrih sampai mati nanti.

--------------------------
-------------------------
ocehan ini adalah refleksi dari perjalanan cieter kemarin
juga refleksi untuk perjalanan-perjalanan yang sebelum2nya

semoga bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi semua...
dan senantiasa untuk mengingat mereka sebagai guru kehidupan bagi orang-orang yang rumit
------------------------
Dokumentasi kami dan mereka
Hitam putih untuk
pertimbangan dedikasi kesederhanaan mereka