Televisi oh televisi
menggosok gigi, mencuci kaki mu, berbadah dan mematikan televisi sebelum tidur memang kegiatan sederhana di hidup saya. Kadang terlihat tidak penting. Atau mungkin terasa seperti banci atau anak mami yang terlalu diorganisir. Ya saya tahu, sekarang memang era rock n roll. Saya begitu sangsi akan kebiasan mick jagger yang menggosok giginya sebelum tidur. Apalagi Bob Dylan yang membaca doa sebelum tidur sambil memakai selimut. Dari penjelasan-penjelasan kosong tadi, sebenarnya saya hanya ingin berbagi tentang renungan iseng.
Akhir-akhir ini saya dibuat merenung tentang aktivitas-aktivitas cemen tadi. Ketiduran di atas sofa, tidak sikat gigi apalagi cuci kaki, dan jangan tanya tentang doa sebelum tidur, oh ia pakaian tidur juga. Kondisi seperti itu biasanya diawali oleh jebakan masa kini, televisi. Padahal banyak yang harus dikerjakan, tetapi saya lebih memilih untuk melihat gadis-gadis kapitalis yang cantik di televisi. Atau sekedar memantau perkembangan negara saya yang carut marut. Ya dengan sekejap otak saya langsung dimatikan oleh nabi baru ini(baca: televisi). Sadar tidak sadar, alam menjadi gelap. Entah dibawa kemana saya oleh pegawai tuhan. Sejenak menikmati dunia berdurasi pendek yang fana itu dan tiba-tiba harus kembali ke dunia semula.
baammM!!!! Waw! Dunia sudah terang rupanya. Televisi pun masih bersuara dari malam kemarin. Entah apa yang disuarakannya. Dan mulut saya terasa kacau balau karena blum sikat gigi. Badan saya pegal karena tidur di sofa yang ukurannya tidak kompetibel dengan badan saya. Rencana saya untuk kemarin dan hari ini tidak kalah kacau. Semuanya lolos begitu saja karena lalai sejenak.
Pesan saya singkat saja. Hati-hati dengan namanya televisi dan sejenisnya. Bisa menghancurkan kehidupan. Mungkin terdengar berlebihan tapi ya memang seperti itu faktanya





