Minggu, 28 Maret 2010

Televisi oh televisi

menggosok gigi, mencuci kaki mu, berbadah dan mematikan televisi sebelum tidur memang kegiatan sederhana di hidup saya. Kadang terlihat tidak penting. Atau mungkin terasa seperti banci atau anak mami yang terlalu diorganisir. Ya saya tahu, sekarang memang era rock n roll. Saya begitu sangsi akan kebiasan mick jagger yang menggosok giginya sebelum tidur. Apalagi Bob Dylan yang membaca doa sebelum tidur sambil memakai selimut. Dari penjelasan-penjelasan kosong tadi, sebenarnya saya hanya ingin berbagi tentang renungan iseng. 

Akhir-akhir ini saya dibuat merenung tentang aktivitas-aktivitas cemen tadi. Ketiduran di atas sofa, tidak sikat gigi apalagi cuci kaki, dan jangan tanya tentang doa sebelum tidur, oh ia pakaian tidur juga. Kondisi seperti itu biasanya diawali oleh jebakan masa kini, televisi. Padahal banyak yang harus dikerjakan, tetapi saya lebih memilih untuk melihat gadis-gadis kapitalis yang cantik di televisi. Atau sekedar memantau perkembangan negara saya yang carut marut. Ya dengan sekejap otak saya langsung dimatikan oleh nabi baru ini(baca: televisi). Sadar tidak sadar, alam menjadi gelap. Entah dibawa kemana saya oleh pegawai tuhan. Sejenak menikmati dunia berdurasi pendek yang fana itu dan tiba-tiba harus kembali ke dunia semula.

baammM!!!! Waw! Dunia sudah terang rupanya. Televisi pun masih bersuara dari malam kemarin. Entah apa yang disuarakannya. Dan mulut saya terasa kacau balau karena blum sikat gigi. Badan saya pegal karena tidur di sofa yang ukurannya tidak kompetibel dengan badan saya. Rencana saya untuk kemarin dan hari ini tidak kalah kacau. Semuanya lolos begitu saja karena lalai sejenak. 

Pesan saya singkat saja. Hati-hati dengan namanya televisi dan sejenisnya. Bisa menghancurkan kehidupan. Mungkin terdengar berlebihan tapi ya memang seperti itu faktanya

Jumat, 05 Maret 2010

sang wakil rakyat

Akulah wakil rakyat

aku piawai berkata-kata

berkata-kata tentang tanah air kita yang tercinta


selain piawai dalam berkata-kata

aku juga piawai berkelahi

aku tidak segan-segan menonjok siapa saja

siapa saja yang menentangku


aku akan berteriak-teriak kepada kalian

jadi jangan lawan aku


inilah aku...

wakil rakyat

ditindas hukum

Pemulung pun dihajar disini

dihajar oleh Hukum yang arogan

muak dan lelah melihatnya


tabahlah engkau yang tertindas

dan sadarlah engkau yang menindas


--------------


Murung tidak berdaya

hidup sudah susah

ditindas orang brengsek


mengeluh dalam waktu yang singkat

setidaknya ada sedikit yang bocor 



Mengetahui soal Jakarta



















Jakarta...Jakarta

Jakarta itu kota depresi

berbagai bentuk depresi terkini hadir dimana-mana

di Bis kota, pusat perbelanjaan, di jalan protokol dan tempat lainnya


Jakarta....Jakarta

Jakarta itu kota yang melarang

melarang merokok

melarang melintas

melarang membuang 

sampai melarang untuk duduk



Jakarta...Jakarta

Jakarta itu tidak adil, karena

Jakarta membiarkan kemiskinan merajarela

merajarela di bawah rumah mewah yang berdiri menginjak mereka

.....................

pada Malam yang sangat larut ada anak kecil yang bernyanyi parau

parau karena bernyanyi dari pagi

mereka terus bernyanyi di atas bis kota yang reot

bernyanyi sampai ada yang memberi uang receh


penyanyi parau dan penonton yang rapuh

keduanya sama sama depresi

lelah akan siksaan ibu kota

siksaan dari pagi sampai malam hari


mereka sedang menikmati malam yang indah sejenak

melupakan semuanya sejenak

setelah itu

bersiap-siap untuk menyambut pagi yang sama seperti hari ini


kenapa mau?

konon uang beredar kencang di kota ini

karena itu ribuan manusia bersedia disiksa belasan jam setiap harinya


-------------

kami menggelinding dari bandung sampai jakarta

merasakan sebagian panasnya dari ibukota











bertemu teman-teman lama membagi duka dan suka