Kamis, 24 April 2008

Pertunjukan Selesai Pak Mentri!

ketika itu drama usai,
drama yang tidak ingin kita mainkan
penonton yang kosong meninggalkan gedung opera
para aktor dan aktris lega
karena sekali lagi,
drama itu tidak diinginkan

demi sebuah kebijakan
kita mainkan peran setan masing-masing
(sekali lagi terpaksa)
dahulu sakral, rupanya borok!!!

beginikah ruang belajarku
ahh tidak juga!
aku/kita memang tidak bisa sendiri
kebijakan itu terlalu irasional untuk seorang malaikat
karena setan jalang yang membuat kebijakannya
kita pun ikut2an jalang

dan pada akhirnya
kita menyelesaikan skenarionya dengan baik
,,,

bersihkan diri anda masing-masing teman!
kita akan bertemu di dunia yang lebih bersih kelak,
tidak kotor seperti ini

kita korban ingat!


semoga lekas sembuh indonesiaku,

Kamis, 10 April 2008

aku tersesat di lorong tertentu dan kalian bingung karenanya

Pikiran ku fluktuatif sekarang

dan aku kembali ingat masa-masa itu
ketika aku belajar karena ingin belajar
aku mencoba mengikuti program pembelajaran dengan baik
aku tunduk oleh guru dan bertanya ketika tidak mengerti

aku berniat menyusunnya perlahan-lahan
jadi ketika aku keluar,
materi-materi itu sudah terususun rapi padaku
dan akhirnya aku menyelesaikannya dengan sebagaimana mestinya

tapi entah kenapa,
secara mendadak aku tidak stabil mengikuti jalannya
sesekali aku berbelok arah
namun pada akhirnya aku kembali pada jalan semula
tapi sekali lagi aku berbelok arah
dan lagi-lagi aku kembali ke jalan semula

sampai sekarang aku anggap itu proses pembelajaran hidupku
dan tidak ada yang kusesali

pada saat itu sampai sekarang ini,
begitu banyak yang berubah

pikiran malaikatku dulu tercecer secara perlahan-lahan
dan bukan diganti pikiran setan untuk selanjutnya
aku hanya berganti untuk malaikat yang berbeda

(begitu sulitnya aku menjelaskan hal ini, jujur ini agak terlalu kompleks buatku)

karena dahulu, kupikir aku bisa
tapi rupanya tidak sesuci itu
bahkan untuk mereka yang sedang berdoa di rumahnya
berdoa untuk muridnya
dan aku tunduk kepadamu,
maaf ketika aku begitu angkuh terhadap kalian (di belakang)
aku hanya sedang berada pada faseku
dan aku tidak sengaja untuk itu

rupanya,
banyak lorong-lorong yang belum kusinggahi tentang kalian
aku memang penggembara yang angkuh
begitu cepat mengambil kesimpulan ketika dahulu

dan sekarang,
aku hanya bisa mengucapkan terimakasih untuk apa yang kalian berikan
mudah-mudahan menjadi bekal untukku kelak

terimakasih wahai bapak dan ibu,
dan maaf aku tidak bisa menangis untuk kalian
dan sampai kapanpun aku senantiasa menundukan kepalaku di bawah ragamu yang tinggi


bamm..........bimm............bummm



tulisan ini begitu acak
aku juga bingung kapan aku memulai
dan kapan aku akan mengakhiri

ketika aku hanya ingin menulis dan otakku berada di ujung jari kaki ku(bukan di dengkul)

hanya jantung dan kerangka yang kugunakan
dan buku tata bahasa kusimpan dalam laci ku paling pojok

Kamis, 03 April 2008

Aku bersama Mereka di ujung jalan

sepertinya baru kemarin aku mulai berjalan
aku ingat ketika aku merangkak perlahan-lahan terlebih dahulu
berjatuh-jatuh di lantai

dan aku bertemu mereka disana
mereka yang baru buatku
mereka yang berasal dari berbagai tempat dan latar belakang yang berbeda
kita campur sacara acak di wadah tertentu
mencari-cari "termal-nya" disana

aku pernah tersenyum bahagia bersama mereka
aku juga pernah menangis murung bersama mereka

dan mereka manusia-manusia yang berpengaruh dalam hidupku

kami telah melewati perjalanan yang cukup panjang
dan secara tidak sadar, rupanya sebentar lagi kami akan berpisah
mungkin berpisah untuk waktu yang tidak lama
atau mungkin waktu yang lama

ketika itu
aku menundukan kepalaku serendah-rendahnya
setelah meninggikan ragaku setinggi-tingginya dahulu
aku tersenyum untuk semua,berusaha menangis disana
dan aku belum pernah merasa sesuci ini

aku ingin tersenyum kembali ketika kita bertemu di jalan asing
sambil mengingat-ngingat masa-masa yang dahulu
mungkin, kembali tertawa keras bersama

ya,aku telah berada di ujung jalan bersama mereka
mari bersikap bijak dan tersenyum untuk semua
mudah-mudahan aku bisa berpesta bersama mereka
dan kita keluar bersama dengan suci
(mudah-mudahan kita sukses bersama,amin)