Senin, 24 Maret 2008

Aku menunggu sampai bungkuk

Yah, sederhana saja. Aku datang ke universitas parahyangan dengan tujuan daftar ulang. Aku ambil no.antrian. Disitu tertulis no.478. Dan saat itu no. antrian masih menunjukan no.205. 15 menit kemudian aku kaget (dalam hati), jadi aku masih harus menunggu 273 orang lagi. Mungkin dua jam. Saat itu jam masih menunjukan jam 1 siang. Yah, mungkin ini akan selesai jam 3 dan aku bisa pulang.

Aku kenalan dengan orang yang duduk disebelahku. Orangnya biasa, sangat biasa malah. Percakapannya juga biasa. Setelah bercakap-cakap(kira-kira menghabiskan waktu setengah jam-an), aku sadar baru 8 orang berjalan keluar dari antrian. Ya, sekali lagi aku kaget (masih dalam hati). Aku harus menunggu ratusan orang lagi dan akupun sudah jenuh bercakap dengan orang disebelah ku.

Tidak ada percakapan yang menarik. Aku putuskan untuk menunggu sambil menggambari amplop ditanganku. Isinya kartu peserta mahasiswa, bukti fotokopi tanda transfer, dan fotokopi lainnya. Yah, cara ini paling efektif untuk membunuh waktu menurutku. Aku coba menggambari sedikit demi sedikit bagian belakang amplop.

Puluhan orang secara samar-samar, kudengar telah lewat. Aku sudah mulai tidak peduli dengan lingkungan sekitarku. Mahluk-mahluk aneh mendadak muncul dipikiranku dan aku langsung menumpahkannya diatas amplop tadi secara spontan. Orang disebelahku pun mendadak hilang tiba-tiba tanpa kusadari. Setelah bagian belakang amplop habis kugambari dan aku tanya ke orang disebelahku yang tiba-tiba muncul lagi.

Yahh,,,seratus orang lagi. Lumayan. Akupun kembali ke dunia itu. Dan aku mulai bernari kembali bersama penaku. Sekarang kita mengelilingi bagian depan. Aku lihat orang-orang yang sedang sibuk di depanku. Bangunan-bangunannya juga tak luput dari pandanganku. Yah, aku kembali menggambari amplop depanku. Setelah beberapa lama menggambar aku tiba di titik kulminasi. Aku bermain-main dengan penaku cukup lama dan aku sudah tidak mampu untuk menggambar lagi. Mahluk-mahluk itu sudah jauh pergi meninggalkan ku dan mereka jenuh. Sekitar 2 jam lebih kita bermain bersama.

Dan orang disebelahku sudah masuk ke gedung. Ya, akhirnya no.antriannya masuk. Aku pun berdiri setelah 2 jam lebih hanya duduk di tangga (ya dari tadi aku duduk di tangga). Pindah ke tempat lain, oya aku tinggal menunggu 20 orang lagi.

Aku kembali berkenalan dengan orang asing lainnya, yang ini lebih menarik. Setidaknya lebih menyenangakan untuk sekedar menunggu penghabisan. Ya, sebentar lagi antrianku tiba.
Singkat cerita antrianku tiba dan aku masuk ke gedung. Urusan selesai dan memang seperti itu saja. Tidak ada yang aneh atau menarik. Akupun pulang. Aku hanya ingin menulis asal disini. tidak ada maksud tertentu.


--------------------------




sedikit ingin bermuseum ria
ini amplop yang kugambari tadi










4 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

jir kasian banget lu toy,,
gw temenin ga mau sih,,

25 Maret 2008 pukul 06.52  
Anonymous Anonim mengatakan...

toy,
when I called u at that time, mama also surprised u were still there. I thougth u already at home, worked hard kid!!.
fortunatelly u have a tallent for killing your time by drawing.

26 Maret 2008 pukul 18.58  
Anonymous Anonim mengatakan...

kasian dehh looo,,, hahaha
makany kl nunggu gt kl lg nunggu kyk gt ngomong sama orng biarin ga nyambung jg gpp asal ga bosen aja , hehehehee , atw dengerin ipod .

10 April 2008 pukul 00.52  
Anonymous Anonim mengatakan...

btw gambarny kyk niru benny n mice...

10 April 2008 pukul 00.54  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda