Penguburan waktu yang lama
Ketika aliran kolam kehidupanku begitu tenang
tanpa ada beban-beban yang mencemari di dalamnya
ikan-ikan berenang bebas disana
menunggu surat dari merpati neraka
ketika itu aku duduk tenang di depan teras
sesekali angin-angin malam menyentuh ragaku
dan kopi itu,
kopi yang tidak terlalu panas menemaniku
ketika itu aku teringat
ingat kelasku,
saat itu,
suasana itu
rupanya itu suasana kelas terakhir bagiku
aku ingat ketika kita tertawa bersama
sampai terpingkal-pingkal
bahkan kadang,
ibu atau bapak guru di kelas kita ikut tertawa
sampai terpingkal-pingkal juga
aku juga ingat
ketika kita melompat-lompat bersama
sampai kegirangan
dan setelah itu kita menundukan raga kita bersama
mengucap syukur pada -Nya
kurasakan,
begitu sucinya kita ketika itu
suci yang tulus,
sekarang aku sadar,
betapa mahalnya "kita" ketika itu
"kita" yang akan menuju penguburannya
penguburan waktu untuk waktu yang lama
semoga menjadi memoria yang indah
...................
Aku kembali terbangun dari pelamunan
, aku kembali kesini
tidak lagi mengingat-ngingat secara mendalam
tanpa ada beban-beban yang mencemari di dalamnya
ikan-ikan berenang bebas disana
menunggu surat dari merpati neraka
ketika itu aku duduk tenang di depan teras
sesekali angin-angin malam menyentuh ragaku
dan kopi itu,
kopi yang tidak terlalu panas menemaniku
ketika itu aku teringat
ingat kelasku,
saat itu,
suasana itu
rupanya itu suasana kelas terakhir bagiku
aku ingat ketika kita tertawa bersama
sampai terpingkal-pingkal
bahkan kadang,
ibu atau bapak guru di kelas kita ikut tertawa
sampai terpingkal-pingkal juga
aku juga ingat
ketika kita melompat-lompat bersama
sampai kegirangan
dan setelah itu kita menundukan raga kita bersama
mengucap syukur pada -Nya
kurasakan,
begitu sucinya kita ketika itu
suci yang tulus,
sekarang aku sadar,
betapa mahalnya "kita" ketika itu
"kita" yang akan menuju penguburannya
penguburan waktu untuk waktu yang lama
semoga menjadi memoria yang indah
...................
Aku kembali terbangun dari pelamunan
, aku kembali kesini
tidak lagi mengingat-ngingat secara mendalam


4 Komentar:
ahh..untuk yang ketiga kalinya lw membuat gw menangis lagi to!
gw kalo udah baca kaya ginian,apalgi tentang kelas,gw nangis mulu..
entah itu rasa kehilangan ato rasa bahagia semua juga ada dalam pikiran gw..
sedih karena berpisah
dan bahagia karena kita sudah mulai menapaki kehidupan baru yg lebih menarik.'
ahh..sialan lw to!bikin gw nangis terus!
haha
gua bahagia kalo orang lain bisa nangis gara2 tulisan gua.
ga tau kenapa, ada kepuasan imajinatif buat itu.
haha
thanx2,,,atas tangisannya
haha
y berarti lw emang ga bisa nangis ya?
udahlah lw bikin kaya ginian aja terus,jadi banyak yang nangis.hehe
hmm
mungkin
ga tau dan ga mau terlalu tahu
haha,
gua jadi makin ngerti kenapa para wanita suka menangis tersendu-sendu pas kumelan
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda