Kamis, 29 Mei 2008

aku bicara bahasa batin

Puisi yang sudah lama sekali

Angin semilir menggerayangiku malam iini
tiada Bulan purnama seperti di drama tv yang menerangi
hanya ada beberapa lampu jalan yang tidak terlalu terang
sesekali, tubuhku mengigil kedinginan
napasku yang terengah-engah
dan detakan jantungku berlari dengan cepatnya

dan aku masih ingat tentangnya
aku takut akan ketidakpeduliannya
meninggalkan-- seumpama majikan yang meninggalkan anjingnya

...
aku begitu mendayu malam ini
lemah bagai bangsa melayu

ketika aku mengucapkan "sayangku" dalam bahasaku yang imajinatif
aku berharap engkau tersenyum jauh disana
jauh, semakin jauh
semakin sulit dijangkau
dan ketika dekat, aku berkata maaf secara batin

...
aku begitu teracak-acak malam ini
dan engkau masih bertanya-tanya hari ini
bertanya tentang makan malam dan ibadah malam hari
dan mungkin bertanya yang lain

teruslah bertanya,manisku
seperti angin yang yang terus menyetubuhiku malam ini

5 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

edann...
bisa juga lu ngomong 'manisku'....
hak22x...
peace to...
gw cuma becanda...

21 Juni 2008 pukul 02.39  
Blogger garasi kata mengatakan...

manisku..manisku..manisku..
hahahaha!!!!

30 Juni 2008 pukul 13.00  
Blogger Titoy mengatakan...

hahaha
anjing ni anak bedua

kapan ketemuan lagi jirr
ngobrol bareng lagi
jarr
petualangan nyari banci
haha

3 Juli 2008 pukul 18.21  
Anonymous Anonim mengatakan...

ahahahaha,,
tit..tit kamu sudah besar tit..
knp di kecilin tp manisku nya?,,

6 Juli 2008 pukul 00.44  
Anonymous Anonim mengatakan...

wee... kalem2... kayaknya gw tau ttg apa ni ...
hhahaha.

25 Agustus 2008 pukul 00.00  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda