Aku bersama Mereka di ujung jalan
sepertinya baru kemarin aku mulai berjalan
aku ingat ketika aku merangkak perlahan-lahan terlebih dahulu
berjatuh-jatuh di lantai
dan aku bertemu mereka disana
mereka yang baru buatku
mereka yang berasal dari berbagai tempat dan latar belakang yang berbeda
kita campur sacara acak di wadah tertentu
mencari-cari "termal-nya" disana
aku pernah tersenyum bahagia bersama mereka
aku juga pernah menangis murung bersama mereka
dan mereka manusia-manusia yang berpengaruh dalam hidupku
kami telah melewati perjalanan yang cukup panjang
dan secara tidak sadar, rupanya sebentar lagi kami akan berpisah
mungkin berpisah untuk waktu yang tidak lama
atau mungkin waktu yang lama
ketika itu
aku menundukan kepalaku serendah-rendahnya
setelah meninggikan ragaku setinggi-tingginya dahulu
aku tersenyum untuk semua,berusaha menangis disana
dan aku belum pernah merasa sesuci ini
aku ingin tersenyum kembali ketika kita bertemu di jalan asing
sambil mengingat-ngingat masa-masa yang dahulu
mungkin, kembali tertawa keras bersama
ya,aku telah berada di ujung jalan bersama mereka
mari bersikap bijak dan tersenyum untuk semua
mudah-mudahan aku bisa berpesta bersama mereka
dan kita keluar bersama dengan suci
(mudah-mudahan kita sukses bersama,amin)
aku ingat ketika aku merangkak perlahan-lahan terlebih dahulu
berjatuh-jatuh di lantai
dan aku bertemu mereka disana
mereka yang baru buatku
mereka yang berasal dari berbagai tempat dan latar belakang yang berbeda
kita campur sacara acak di wadah tertentu
mencari-cari "termal-nya" disana
aku pernah tersenyum bahagia bersama mereka
aku juga pernah menangis murung bersama mereka
dan mereka manusia-manusia yang berpengaruh dalam hidupku
kami telah melewati perjalanan yang cukup panjang
dan secara tidak sadar, rupanya sebentar lagi kami akan berpisah
mungkin berpisah untuk waktu yang tidak lama
atau mungkin waktu yang lama
ketika itu
aku menundukan kepalaku serendah-rendahnya
setelah meninggikan ragaku setinggi-tingginya dahulu
aku tersenyum untuk semua,berusaha menangis disana
dan aku belum pernah merasa sesuci ini
aku ingin tersenyum kembali ketika kita bertemu di jalan asing
sambil mengingat-ngingat masa-masa yang dahulu
mungkin, kembali tertawa keras bersama
ya,aku telah berada di ujung jalan bersama mereka
mari bersikap bijak dan tersenyum untuk semua
mudah-mudahan aku bisa berpesta bersama mereka
dan kita keluar bersama dengan suci
(mudah-mudahan kita sukses bersama,amin)


10 Komentar:
ketika ujung jalan ini begitu membuat kita gusar, tak tahu arah dan sedikit malas melanjutkannya. lalu begitu banyak mengkontaminasi otak kita.
ketika kita seolah kemudian bingung untuk mencari persimpangan jalan berikutnya. tak mau saling merelakan, walau jujur jalan dan tujuan kita masing-masing masih begitu panjang.
dan kita sampai pada suatu ketika ini, wajah-wajah cerah lalu menjadi suram. menyikapi berbagai persimpangan di ujung jalan ini, dengan tebing terjal sebelum kita sampai kepadanya.
lalu kita saling berbegangan erat sementara, sebelum saling merelakan kemudian.
aku menjadi begitu suka cerita ujung jalan ini. ketika dia terjatuh, lalu kau menatapku. seraya memohon untuk kemudian aku merangkulnya meneruskan perjalanan, walau hanya ke ujung jalan dan kemudian berpisah.
akankah ini semua kembali terulang ?, dengan segala tawa didalamnya ?.
aku hanya berharap semua tentang mudah-mudahan yang kau tulis menjadi kenyataan. tak ada yang lain.
kami bersamamu saat ini di ujung jalan,,dan kamu kini bersama kami mengarungi jurang yang terjal..
kami begitu bangga pada kebersamaan ini..
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
tulisan lo dah buat gw nangis lagi to..
ingin selalu bersama kalian,
menghabiskan waktu bersama kalian,
sampai akhir perjalanan..
Mendekati surga--->ya,,,ketika itu ku bayangkan kita bersama teman-teman lama bertemu kembali di waktu tertentu.Kita saling bercerita tentang masa lalu yang hilang.Tersenyum mungkin tertawa(pasti). Yah,mudah2an kita sukses semua
Sekar--->bangga...ya bangga
aku memang sedang mendaki permukaan yang terjal,,,tapi sikapku seolah hanya mengghadapi bukit mainan
hanya ingin menlis--->terima kasih,,,aku begitu tersanjung ketika orang menangis karena tulisannku...
yaa,,,suatu saat kita berpisah masing2. terima kasih atas waktunya untuk semua. kalian akan menjadi nostalgia yang indah
yah..
nanti kita akan bertemu kembali dengan senyum kita yang biasa..
sambil mentertawakan mendiknas karena usahanya untuk membuat kita gagal tidak berhasil,,
(pikiran ku sekarang dipenuhi oleh kata2 makian untuk sang menteri pendidikan kita),,
just want to say
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.
saya masih setia di kamar sambil menonton televisi.kalian sudah berlari.saya terlambat!!!!
akri--->yaaa,,,tertawa.Mungkin bukan tertawa yang biasa. yah,,kebencian terasa membara sekarang. Makian ingin kuucapkan
bejess--->tidak juga, aku juga masih berada di sofa santai ku. mungkin juga teman2 kita yang lain. Kita masih nyaman berada di sofa masing2. tertawa bersama
nikmati sajalah
ibal aja yg ga ngerti jd ikut gimana gt perasaanny
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda