Kamis, 03 April 2008

Aku bersama Mereka di ujung jalan

sepertinya baru kemarin aku mulai berjalan
aku ingat ketika aku merangkak perlahan-lahan terlebih dahulu
berjatuh-jatuh di lantai

dan aku bertemu mereka disana
mereka yang baru buatku
mereka yang berasal dari berbagai tempat dan latar belakang yang berbeda
kita campur sacara acak di wadah tertentu
mencari-cari "termal-nya" disana

aku pernah tersenyum bahagia bersama mereka
aku juga pernah menangis murung bersama mereka

dan mereka manusia-manusia yang berpengaruh dalam hidupku

kami telah melewati perjalanan yang cukup panjang
dan secara tidak sadar, rupanya sebentar lagi kami akan berpisah
mungkin berpisah untuk waktu yang tidak lama
atau mungkin waktu yang lama

ketika itu
aku menundukan kepalaku serendah-rendahnya
setelah meninggikan ragaku setinggi-tingginya dahulu
aku tersenyum untuk semua,berusaha menangis disana
dan aku belum pernah merasa sesuci ini

aku ingin tersenyum kembali ketika kita bertemu di jalan asing
sambil mengingat-ngingat masa-masa yang dahulu
mungkin, kembali tertawa keras bersama

ya,aku telah berada di ujung jalan bersama mereka
mari bersikap bijak dan tersenyum untuk semua
mudah-mudahan aku bisa berpesta bersama mereka
dan kita keluar bersama dengan suci
(mudah-mudahan kita sukses bersama,amin)

10 Komentar:

Blogger garasi kata mengatakan...

ketika ujung jalan ini begitu membuat kita gusar, tak tahu arah dan sedikit malas melanjutkannya. lalu begitu banyak mengkontaminasi otak kita.

ketika kita seolah kemudian bingung untuk mencari persimpangan jalan berikutnya. tak mau saling merelakan, walau jujur jalan dan tujuan kita masing-masing masih begitu panjang.

dan kita sampai pada suatu ketika ini, wajah-wajah cerah lalu menjadi suram. menyikapi berbagai persimpangan di ujung jalan ini, dengan tebing terjal sebelum kita sampai kepadanya.

lalu kita saling berbegangan erat sementara, sebelum saling merelakan kemudian.

aku menjadi begitu suka cerita ujung jalan ini. ketika dia terjatuh, lalu kau menatapku. seraya memohon untuk kemudian aku merangkulnya meneruskan perjalanan, walau hanya ke ujung jalan dan kemudian berpisah.

akankah ini semua kembali terulang ?, dengan segala tawa didalamnya ?.

aku hanya berharap semua tentang mudah-mudahan yang kau tulis menjadi kenyataan. tak ada yang lain.

3 April 2008 pukul 10.18  
Blogger sekar niti wijayanti mengatakan...

kami bersamamu saat ini di ujung jalan,,dan kamu kini bersama kami mengarungi jurang yang terjal..
kami begitu bangga pada kebersamaan ini..

4 April 2008 pukul 23.44  
Blogger Unknown mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

6 April 2008 pukul 02.07  
Blogger Unknown mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

6 April 2008 pukul 02.07  
Blogger Unknown mengatakan...

tulisan lo dah buat gw nangis lagi to..

ingin selalu bersama kalian,
menghabiskan waktu bersama kalian,
sampai akhir perjalanan..

6 April 2008 pukul 02.18  
Blogger Titoy mengatakan...

Mendekati surga--->ya,,,ketika itu ku bayangkan kita bersama teman-teman lama bertemu kembali di waktu tertentu.Kita saling bercerita tentang masa lalu yang hilang.Tersenyum mungkin tertawa(pasti). Yah,mudah2an kita sukses semua

Sekar--->bangga...ya bangga
aku memang sedang mendaki permukaan yang terjal,,,tapi sikapku seolah hanya mengghadapi bukit mainan

hanya ingin menlis--->terima kasih,,,aku begitu tersanjung ketika orang menangis karena tulisannku...

yaa,,,suatu saat kita berpisah masing2. terima kasih atas waktunya untuk semua. kalian akan menjadi nostalgia yang indah

6 April 2008 pukul 09.40  
Anonymous Anonim mengatakan...

yah..
nanti kita akan bertemu kembali dengan senyum kita yang biasa..
sambil mentertawakan mendiknas karena usahanya untuk membuat kita gagal tidak berhasil,,
(pikiran ku sekarang dipenuhi oleh kata2 makian untuk sang menteri pendidikan kita),,

8 April 2008 pukul 04.06  
Blogger child mengatakan...

just want to say
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.
saya masih setia di kamar sambil menonton televisi.kalian sudah berlari.saya terlambat!!!!

9 April 2008 pukul 06.37  
Blogger Titoy mengatakan...

akri--->yaaa,,,tertawa.Mungkin bukan tertawa yang biasa. yah,,kebencian terasa membara sekarang. Makian ingin kuucapkan

bejess--->tidak juga, aku juga masih berada di sofa santai ku. mungkin juga teman2 kita yang lain. Kita masih nyaman berada di sofa masing2. tertawa bersama
nikmati sajalah

9 April 2008 pukul 06.54  
Anonymous Anonim mengatakan...

ibal aja yg ga ngerti jd ikut gimana gt perasaanny

10 April 2008 pukul 00.59  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda