Refleksi kesederhanaan Desa Cieter, 14/09/09
Seorang manusia bersama kehidupannya akan merasa lebih rumit ketika mereka berada di tempat yang semakin diatas. Diatas bisa berarti semakin tinggi pencapaian tingkat hidup si manusia itu. Kehidupan yang rumit itu memenuhi secara acak dan padat di dalam Bumi kita yang sedang sedih ini. Manusia disitu selalu sibuk dengan masing-masing tuntutannya. Selalu haus akan keinginan kapitalisnya. "Jabatan ohh jabatan...Duit banyak ohh duit banyak.....Mobil Mewah ohh mobil mewah...rumah mewah ohh rumah mewah". Lagu-lagu satanic seperti itu senantiasa dikumandangkan di dalam relug-relung kehidupanya yang selalu sesak akan keluhan. Diantara tumpukan-tumpukan kehidupan yang rumit itu, rupanya masih ada aksen kehidupan yang tuulus dan ikhlas. Pada umumnya orang-orang yyang rumit tadi tidak mengetahui keberadan kehidupan yang satu ini. Dimana ketulusan dan keikhlasan selalu mengiringi kehidupan yang sederhana ini. Komposisi selalu menghasilkan kebahagiaan di dalam para penduduknya. Hidup sederhana, tidak ada tuntutan yang berlebihan. Makannya nasi tahu tempe melulu, Kerjanya ke sawah melulu, nontonya tivi lokal melulu, hiburannya hiburan tradisional melulu. Tapi mereka senang dan tulus akan hidupnya. Mereka juga hidup di lingkungan yang bersih dan tulus. Udaranya masih segar, tidak seperti dunia yang rumit itu. Sudah penuh akan asap-asap yang keluar dari cerobong-cerobong setan. Anak-anaknya bebas bermain, tidak perlu takut akan orang jahat yang berkeliaran dimana mana. Seperti di dunia yang rumit itu. Anak-anaknya juga tidak punya mainan kekinian seperti anak-anak dari masyarakat yang rumit itu. Tapi mereka selalu tersenyum lebar di arena bermain mereka yang sederhana. Yaa itu lah mereka, Mereka adalah simbol dari kalimat " kebahagiaan di dalam kesederhanaan". Anak-anak, Orang muda, orang tua, laki-laki, perempuan, dan ssemuanya. Semuanya selalu bahagia di dunianya. Dan saya ingin belajar dari mereka. mereka yang senantiasa mencintai hidupnya tanpa pamrih sampai mati nanti.--------------------------
ocehan ini adalah refleksi dari perjalanan cieter kemarin
juga refleksi untuk perjalanan-perjalanan yang sebelum2nya
semoga bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi semua...
dan senantiasa untuk mengingat mereka sebagai guru kehidupan bagi orang-orang yang rumit
------------------------
Dokumentasi kami dan mereka
Hitam putih untuk
pertimbangan dedikasi kesederhanaan mereka







0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda