Kamis, 14 Agustus 2008

Figur Orang hebat kata eyangku

Hari ini, Eyang berpidato didepanku. Seperti biasa, berpidato menggunakan majas perbandingan seperti kakek-kakek yang lain. Membandingkan jaman remaja pasca penjajahan belanda dengan remaja korban pemerkosaan budaya gaul sekarang. Objeknya anak-anak eyang(papa dan adik-adiknya) dan generasi remaja jadul lainnya sebagai remaja produk pasca penjajahan dan saya sendiri sebagai produk remaja yang hidupnya agak berlebih. Dan mungkin bersama anak-anak remaja lainnya sebagai korban budaya populer masa kini. Oya, ketika itu Eyang benar-benar terlihat sebagai pejuang ANTI KEMAPANAN.

Kata eyang pelajar-pelajar jaman dulu belum punya sepeda motor apalagi mobil kayak saya sekarang. Dulu mereka masih pada pake sepeda termasuk eyang waktu remaja dulu katanya. Katanya Rute-rutenya jauh-jauh. Bisa berkilo-kilo. Wihh,Gila ya. Pada atlit sepeda semua dulu.
Kata eyang, papa saya waktu itu ga punya komputer kayak saya sekarang. Dulu papa saya cuma dibeliin kalkulator seharga 80 ribu. Kata eyang juga, 80 ribu itu dulu gede banget.

Kata eyang, papa saya waktu itu ga dibeliin buku-buku sejahanam(baca:bebas dan lengkap) kaya saya sekarang. Dulu papa saya cuma dibeliin buku seadanya. Kalo bukunya mahal dia harus fotokopi dulu.

Kata eyang dulu temen-temen papa saya semua yang bapanya tajir-tajir pada Gagal semua. (Bisa ditebak kalimat selanjutnya) Dan temen-temen papa saya semua yang bapanya kurang mampu pada berhasil semua. Dulunya orang kampung, sekarang udah jadi direktur IPTN.Dulunya orang desa, sekarang udah jadi dokter.Dulunya anak petani, sekarang udah jadi ...jadi apa ya.Haha, saya lupa. Saking banyaknya tadi dicekokin contoh figur-figur orang sukses dari keluarga kurang mampu. Eyang juga tidak lupa memberi figur-figur sukses tadi dari kalangan politik sekarang. "Coba liat Andi malarangeng. Itu dulu orangnya NDESOO POL! Dari kampung itu dulu! Sekarang udah jadi juru bicara presiden!" Kata eyang dengan nada berapi-api, sekilas terlihat seperti Pejuang penjajahan yang sedang memproklamasikan kemerdekaan di depan rakyat jelata.

Tiba-tiba setelah berbicara panjang lebar, eyang saya membuat asumsi secara tidak terduga dan teracak-acak dari semua percakapan searah tadi. kata eyang, remaja dari orang tua yang kaya biasanya gagal. Sedangkan, remaja dari orang tua yang tidak mampu biasanya sukses. Karena anak orang kaya biasanya tidak punya motivasi untuk berjuang, mungkin karena mereka tahu harta bokap-nyokapnya bisa tahan sampai 7 turunan buat anak dan cucu mereka nanto. Sedangkan, anak orang tidak mampu tahu, kalau mereka ga sukses harta mereka bakal tahan sampe mines 7 turunan. Jadi mau ga mau mereka harus berjugan banting tulang mendaki ke arah gunung kesuksesan diatas sana(sambil diringi lagu "i believe i can fly").

Dari percakapan searah tadi yang cukup lama, Entah kenapa, saya merasa eyang selalu mengasumsikan remaja-remaja pasca penjajahan sebagai remaja dari orang tua yang tidak mampu dan mengasumsikan remaja-remaja masa kini sebagai remaja dari orang tua yang kaya. oya, Saya disini tidak merasa berbicara sebagai remaja anak orang kaya, melainkan sebagai remaja anak orang yang agak berlebih(bukan agak kaya!).

Terus terang, susah banget ngambil kesimpulan dari pidato eyang saya. Sebenarnya banyak kesimpulan yang saya dapat. Tapi susah untuk merangkum semua secara beringas sehingga menjadi satu wacana dengan ide yang jelas. Karena begitu banyak asumsi-asumsi yang lahir dari pidato eyang saya secara acak dan sebenarnya masih satu topik.

Tapi dari sini lahir sebuah pemikiran.Hidup ini memang butuh badai. Tidak perduli hidup orang berduit atau orang tidak berduit. Esensinya, semua hidup manusia jenis manapun pasti berbadai. Tapi ada yang mencoba mencari badai, dan ada juga yang mencoba menjauh dari badai. Ada yang hidupnya cenderung didekati badai, dan Ada yang hidupnya seolah-olah dijauhi oleh badai.

Buat saya, seorang pejuang remaja pelawan badai tidak harus selalu sosok remaja dari orang tua yang tidak mampu, dimana dia masuk universitas negeri via jalur paling murah dan menggunakan sepeda ke kampusnya.

Esensinya, adalah seberapa kuat kita tahan menahan badai. Bukan berarti remaja yang masuk universitas super mahal, dan menggunakan mobil ke kampusnya adalah orang gagal.
Manusia punya dunianya sendiri, dan buat saya tidak ada satu manusia pun yang berhak menjudge hidup manusia lain selain manusia pemilik hidup itu sendiri.

Saya masih bisa mengklaim manusia sebagai orang sukses yang gigih. Tapi buat saya, itu tidak sebebas mengklaim manusia sebagai orang super malas yang sukses karena kekayaan keluarga. Orang punya bentuk usahanya sendiri-sendiri dan punya bentuk suksesnya sendiri-sendiri. Biarkan manusia menjalankan kehidupannya sendiri-sendiri, dengan harapan energi positif senantiasa mengalir pada kehidupan kita semua.

21 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

Hi son, its me, mama
Cool son!!!, after reading your write, mama and papa just laughed. At least you can explore what you think, your idea by writing. You are not wrong, and also eyang is too. It just like ..., what I say the way they look from their side. You see from your side and eyang from his side.But both of you are not in a same idea. Both of you are right. At least what eyang said just a reminder for u not doing like his example. Its time for you to prove him that u r not part of them, the easy teenager to get everything not won't succes. I and your papa, also have a big hope that u can finish your university easily, fast and be a succes in everything. be a good man, a wise and a relligious and good in financial.Son, no body can guarantee about our future life can move smoothly.How about if something happen to your pa? Hopely not.
Ok kid, just keep studying well. We always pray for you and also your younger brother.

14 Agustus 2008 pukul 04.48  
Blogger m u t i a mengatakan...

gw bangga punya temen kayak lw toy...

^ ^

15 Agustus 2008 pukul 08.33  
Blogger Unknown mengatakan...

gw stuju to sama kata nyokap lo..
manusia punya sudut pandang masing2 tentang kehidupan,,
tapi gw stuju sama sudut pandang lo to..

manusia mungkin bisa meramal kehidupan mereka,tapi tidak berhak menentukan kehidupan..

17 Agustus 2008 pukul 09.12  
Anonymous Anonim mengatakan...

Mungkin, inti dari pembicaraan itu adalah tentang hidup prihatin dan kerja keras.
Dan memang tidak dapat dipukiri, bahwa kondisi lingkungan memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk kepribadian dan karakter seorang manusia. Dulu, ketika budaya kerja keras dan empati masih mengakar kuat dalam bangsa kita, para putra yang terlahir dalam keluarga sederhana memang cenderung untuk memiliki kedua sifat ini. Mungkin, para putra sederhana itu belajar dari kegigihan orang tuanya yang enggan menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

Tapi hal itu, SAMA SEKALI tidak menutup mata hati putra-putri bangsawan. Sebagai contoh, lihat lah kedua proklamator kita...


Tapi lihatlah sekarang, ketika budaya untuk meminta kita temukan di jalan-jalan raya. Tidak sedikit dari putra sederhana itu, yang lebih mementingkan kematian dari pada pembelajaran dan kehidupan. Mereka lebih memilih untuk membeli lem 'Aibon' dibandingkan dengan sebungkus nasi putih. Padahal, mereka memohon belas asih dengan kalimat "kasian om, belum makan 3 hari..."

Tapi, saya pun tidaklah lebih baik dari mereka. Saya pun masih sering bersikap 'seenaknya' pada apa yang telah diberikan.



Hahaha, ngecabluk g jelas gini gw...
pokonya mah, intinya PRIHATIN ama KERJA KERAS cuy!

19 Agustus 2008 pukul 04.59  
Blogger garasi kata mengatakan...

hahaha.poll!toy!

I'm go with you mr.titoy!.
kaya' br sekali aja di ceramahin gini.
smw org jgn2 pernah diginiin.

sudut pandang 'mayor'-nya sama ama lw.
tp gw punya pendapat lain.
bener kalo definisi golongan/kelompok tuh orang yang punya tujuan sama.

kenapa kita satu kelompok, karena tujuan+jalur pikiran kita sama.haha

kita ga suka orang yang membakukan persepsi, mengadili persepsi.
kesannya semena2 banget.bner g?.

tp dr semua pengalaman 'pahit' gw.
klo diceramahin orang(yang lebih)tua.
pasti ada benernya,walaupun pasti kita punya sisi g setuju.
alasan/jawaban kita itu juma pure alasan 'excuse' bkn reason!.
makin banyak orang beralasan/berargumentasi makin banyak salah orang itu (yang berusahah ditutup2in)

yang ini mw setuju boleh,g setuju jg boleh.
budayakan manut sekarang toy!

19 Agustus 2008 pukul 06.06  
Blogger Muhammad Ihsan Rizaldi mengatakan...

toy.. percaya g percaya itu gw bikin semaleman suntuk.. sambil dengerin lagu tohpati - sendiri.. waduh.. parah bgt dah.. g tau ni, jd sering ngelamun yang aneh2.. hahahahha.. cerita lu jg bagus bgt toy.. gw terobsesi bgt ma cerita lu..

19 Agustus 2008 pukul 07.17  
Blogger m u t i a mengatakan...

hm.. gw sedikit terinsipirasi sama kata-kata gilang..

mungkin maksud sederhananya seperti, " orang tua ituu lebih banyak makan garanmya " banyak pengalaman... gitu ya lang? hehehe

lagipula, dengan adanya sejarah yang di dongengkan sama eyang lw,to,kita jadi sadar akan kerja keras walaupun melalui latar belakang yang berbeda..

kayak kata rara, gw juga 22nya setuju ma pendapat lw n ortu lw...
tidak baik juga mengklaim suatu hal hanya dengan 1 sisi, seperti kata lw itu..

tapi dari banyak kejadian, memang orang yang berangkat dari ketiadaan menjadi sangat ada kedepannya.

tapi kata pijar, orang yang orang yang berangkat dari ketiadaan ada juga yang ngisep-ngisep lem 'aibon' yang bikin mereka makin tidak berada.

hah.. intinya mah yang pengen gw bilang, KERJA KERAS melahirkan KEJAIBAN baik dari orang yang berada maupun tidak berada....

orang yang miskin/kayak lalu menjadi 'ada' karena dia tidak miskin KERJA KERAS. Yah.. begitulah... (bla bla bla)

19 Agustus 2008 pukul 20.33  
Anonymous Anonim mengatakan...

satu lagi yang lupa gw sampein...

Pemberian Makna terhadap setiap pekerjaan dan situasi juga sangat berperan dalam membentuk karakter dan menghadapi keadaan di masa depan.

21 Agustus 2008 pukul 04.52  
Blogger Strangeman mengatakan...

Keren, nih toy.
keren juga, lu. Punya temen2 yang mau baca tulisan lu.
Say, mah boro2.....
Tapi sayah setuju ma kamu, toy. Orang tua itu memang selalu bener, tapi kita ga harus selalu sependapat. bener, gak??

20 September 2008 pukul 16.37  
Blogger Titoy mengatakan...

mama--->hoho..thanx mam
before i reply ur comment,sorry for my bad english
haha
it's a long time for me to reuse my english again
since i go to my college and there is no english for my subject..

first
this is just about share my bad and good experience...and also exploring my idea of course
yehh...for me ...
this is very complicated things...this is not simple
i mean,it's hard to decide...who's right???
everybody can be right person...
old group can be right person with their wise....and young group also can be right person with their crazy inovasion.
but once again..this is not a simple problem like that...
there are many unthinking thing that we can reach to thing...
that is a very complex thing..
haha

what a bad writing ya ma??
haha
my english is very bad since i have not used for a long time
haha

how are u mam???
hope fine

20 September 2008 pukul 17.18  
Blogger Titoy mengatakan...

muti--->ya...sebangga gua punya temen2 kaya lu...
khususnya garra2 kalian maubaca blog gua
haha...thanx mut

20 September 2008 pukul 17.18  
Blogger Titoy mengatakan...

rara--->iaa...emang gt ra
susah buat nentuin siapa yang bener..
ga ada yang jelek dan ga ada yang buruk disini. Lorong-lorong kehidupan eyang gua ama lorong-lorong kehidupan gua sendiri terlalu rumit buat dieksplorasi,ketika lu mau nentuin kehidupan kelompok mana yang paling bijak. Semuanya bener, ini cuma masalah takaran. Beda zaman, berubah takaran

makanya bisa banyak sudut pandang kaya gt

20 September 2008 pukul 17.21  
Blogger Titoy mengatakan...

Pijar--->
yoi jar, emang lingkungan kontribusinya besar.

"kualitas lingkungan berbanding terbalik terharap kualitas kehidupan" jadi kalau mau meningkatkan kualitas kehidupan anda, silakan pindah ke lingkungan yang lebih buruk.
yaa ga sesimple itu juga kan??

ya mungkin di waktu tertentu rumus itu bisa bener, tapi ga selamanya kita mesti di lingkungan buruk.haha
ribet sih mau ngambil benang merah dari obrolan ini.gua sendiri bingung.

yaa KIta bisa aja ngejudge para penyembah aibon itu sebagai penghianat kehidupan,setan, iblis ato apalah.
tapi kita sendiri kadang2 masih suka beli barang2 yang sifatnya ngerusak tubuh juga koo
yaa bedanya mereka kepublikasi,soalnya dramatis banget kayanya buat dibahas. dan tentunya sangat ABSURD jar

yaa...susah dehh
ntar aja kita ambli konklusinya
waktu udah rada gede...pas udah jenggotan.udah Ga suka ngeledekin bokap temen sendiri lagi, ato ngeledek fisik temen sendiri lagi.HAHA

btw thax komennya

20 September 2008 pukul 17.28  
Blogger Titoy mengatakan...

gilang--->
yahh ini mah anak radikal
pasti setuju setuju aja ma gua
hahahahaha


gua ngutip pikirAN lu nih
----------------------------------
"kita ga suka orang yang membakukan persepsi, mengadili persepsi."
-------------------
yooo
dari tau gua mau jelasin tapi susah banget ngeringkas nya
ini maksud gua lang..
masalah kaya gini ga sesimpel itu!
ga segampang itu mengadili persepsi
haha istilah lu keren juga nyet
membakukan persepsi"hhaha gila lu

yoo
gua pasti banyak ga setuju kalo lagi diceramahin kakek gua
gilaa....
jadi serasa dibombardir tentara akmil besar-besaran

20 September 2008 pukul 17.32  
Blogger Titoy mengatakan...

Muti--->
yaa emang gt
kesempurnaan pada dassarnya dimiliki semua orang..orang berada maupun tidak berada

begitu juga keiblisan
keiblisan dimiliki semua orang
orang berada maupun orang tidak berada

masalahnya cuma porsi aja
pinter2 aja bagi2

lu ga bakal bisa jadi malaikat seratus persen soalnya
udahhh takdirnya

20 September 2008 pukul 17.35  
Blogger Titoy mengatakan...

sandi--->
yoiii
thanx2

keep writing aja de

20 September 2008 pukul 17.35  
Blogger Titoy mengatakan...

afghan--->sip gan
nuhun2

hehe
iee
ini temen2 baekk gua
hahaha soalnya mau baca blog gua

yoi
kita ga selalu harus sependapat
walaupun yang lagi ktia debatin itu jelas2 PPKN banget
haha

20 September 2008 pukul 17.36  
Blogger nuruL^apriLia mengatakan...

aku yang bukan temen baek Lu pun mau baca bLog Lu....

terus terang aku Lom pernah ngerti kamu....
taPi....

aku suka ma semua posting Lu....

dari muLai bahasa n bahasannya....

Lam kenaL....^_^
Destha_906@yahoo.co.id

22 September 2008 pukul 22.17  
Blogger Titoy mengatakan...

hehe
iaa
emang buat umum juga ko
oke2
salam kenal juga

23 September 2008 pukul 02.03  
Blogger m u t i a mengatakan...

cie toti...

dapet kenalan nih...

29 September 2008 pukul 08.50  
Anonymous Anonim mengatakan...

toyyyyyyyy, anjis lah . lo adorable abis, gue punya temen kaya lo gitu,damnnnn, sastra , art . semuanya aja lo ambil. tetep g4VL oke boyy, NICE POSTING. JANGAN MALES2 NGE POST TOYY

1 Oktober 2008 pukul 09.38  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda