Surat untuk Tuhan yang jarang saya tulis
Suara Kecil yang tidak penting ini berbicara tentang perenungan batin yang datang tiba-tiba
Dimana sangat tidak prediktif dan labil
Tiba- tiba Bertanya dimana posisi saya terhadap tuhan
Apa aku berada di sisimu?
Atau aku berada jauh dari sisimu?
Pada dasarnya manusia mempunyai hasrat untuk mecintai tuhan, jadi secara alamiah aku selalu ingin dekat padamu Ya tuhan
Tapi secara alami juga, kadang aku tidak berdaya menahan dosa-dosa
Dosa-dosa yang distandarisasi oleh pikiran-pikiran tawar-menawar
Aku ingin disurgamu dan tentunya aku tidak ingin di nerakamu
Aku begitu penasaran terhadap dongeng klasikmu yang harum
Aku ingin sekali disana, tapi mungkin aku kurang pantas disana
(sesekali aku berpikir)
aku tidak berusaha menyingkat
begitu juga memanjang-manjangkan tanpa motiv yang jelas
aku berusaha senatural mungkin
ini cuma interpretasi nyata dari pernyataan hamba akan kesetiaan mengingatmu
Dimana sangat tidak prediktif dan labil
Tiba- tiba Bertanya dimana posisi saya terhadap tuhan
Apa aku berada di sisimu?
Atau aku berada jauh dari sisimu?
Pada dasarnya manusia mempunyai hasrat untuk mecintai tuhan, jadi secara alamiah aku selalu ingin dekat padamu Ya tuhan
Tapi secara alami juga, kadang aku tidak berdaya menahan dosa-dosa
Dosa-dosa yang distandarisasi oleh pikiran-pikiran tawar-menawar
Aku ingin disurgamu dan tentunya aku tidak ingin di nerakamu
Aku begitu penasaran terhadap dongeng klasikmu yang harum
Aku ingin sekali disana, tapi mungkin aku kurang pantas disana
(sesekali aku berpikir)
aku tidak berusaha menyingkat
begitu juga memanjang-manjangkan tanpa motiv yang jelas
aku berusaha senatural mungkin
ini cuma interpretasi nyata dari pernyataan hamba akan kesetiaan mengingatmu


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda